Kirana Anwar, pecinta kucing (sama seperti penulis, wkwk), suka warna biru, dan anak tunggal dari ayah dan ibu, hahaha. Tidak suka kutu tapi suka kamu, eaaaaa.
***
Semua bisa aja terjadi. Kata Ayah gak ada yang mustahil di dunia ini, kaca bisa pecah jika dilempar namun bisa diperbaiki walaupun gak bakalan sama. Bumi bisa hancur kapan saja jika manusia merusaknya.
Ayah bilang aku harus terima apa yang terjadi saat ini. Walaupun buat kami itu sangat menyakitkan, kehilangan orang yg kami cintai dengan cara yg mengejutkan. Tapi perlahan aku mulai terbiasa tanpa kehadirannya, walaupun kerap kali aku merindukannya setiap waktu. Aku tau pada saat itu Ayah juga terpukul, malah lebih terpukul dari pada aku, kehilangan wanita yang memberi warna dihidupnya bukanlah hal yang bisa dengan begitu saja diterima, tapi Ayah berusaha tegar didepanku agar aku tak melihat betapa terpuruknya beliau.
Waktu itu kami semua pergi berlibur, berlibur kepantai yang berada diluar kota. Kami pergi menggunakan mobil, Ayah menyetir dan Ibu duduk disebelahnya mendampingi Ayah. Aku dijok belakang duduk memegang boneka kucing kesayanganku yang aku beri nama Keira. Dia sungguh imut, aku sering membawanya kemana-mana. Kembali lagi, selama perjalanan kepantai kami bercanda ria bersenang-senang, menghabiskan waktu bersama, sebab Ayah dan Ibu selalu sibuk, sehingga kurang waktu untuk bersama-sama denganku.
***
Malam ini kami akan mengadakan makan malam bersama ditepi pantai, layaknya piknik keluarga kecil, hanya ada Ayah Ibu dan aku. Menyalakan api unggun, menyanyi bersama dan bercanda ria. Singat cerita, malamnya kami menginap dipenginapan yang ada dipantai dan besok sorenya pulang.
Ketika diperjalanan pulang, mobil kami remnya blong. Mobil kehilangan kendali hingga terjadi kecelakaan, ya-Allah aku tak sanggup mengingat kembali kejadian itu. Semua membangkitkan rasa tak terimaku, harusnya aku saja yang pergi jangan beliau, wanita yang aku sangat sayangi, huhuhu.
Ayah terus menyalahkan dirinya sebab tak berhati-hati, aku terus menangis. Kami sudah dilarikan kerumah sakit masa itu, tapi Ibuku tak dapat diselamatkan, ya-Allah maafkan aku.
Sebelum pergi, Ibu sempat memberi nasihat kepadaku. Kata Ibu nanti jika beliau sudah tak bisa bersama lagi dengan kami, tidak bisa mengawasiku dan menjagaku, aku harus bisa jadi anak yang membanggakan. Tidak boleh merepotkan orang lain, tidak boleh nakal dan harus selalu berbaik hati. Kata Ibu aku tidak boleh sering menjahili Rangga lagi, sebab satu-satu harapan ibu ada di Rangga.
Sudahlah, aku tak sanggup menceritakan kejadian ini, aku berharap Ibu selalu bahagia disana, semoga Ibu diterima disisinya. Aku janji Ibu, aku akan membahagiakan Ayah sama seperti pesan Ibu sebelun pergi. Aku tau Ibu tak benar pergi, Ibu selalu ada disini, dihatiku. Aku sayang Ibu.
Oh iya, tentang Rangga, dia adalah sahabat dari kecilku, kami selalu bersama-sama dan Ayah Ibu sudah menganggapnya seperti saudaraku. Nanti akan aku ceritakan tentangnya.
Untuk sekarang aku hanya ingin kalian tau bahwa aku punya seorang wanita yang sangat istimewa didalam hidupku dan Ayah, seseorang bidadari yang nampu membuat kami bahagia, yang selalu menjadi pewarna dihidup kami.
Aku sempat menyesal karena sebelum itu aku pernah marah kepada Ibu karena tak mau menuruti kemauanku. Tapi kata Ayah, Ibu sudah memaafkanku, bahkan sebelum aku meminta maaf kepada beliau. Dan aku ingin berpesan kepada kalian bahwa manfaatkan semua waktu yang kalian punya untuk bersama-sama dengan orang yang kita cintai dan sayangi, kita tidak tau takdir. Bisa jadi hari ini ada orang terdekat kita yang pergi, gak ada yang mustahil didunia ini, jadi aku harap kalian mengerti.
Setelah Ibu tak ada, bukan tak ada, Ibu selalu ada, Ibu tak pernah pergi, Ibu selalu bersamaku didalam hati kecilku. Sekarang yang menjadi tempat aku bercerita adalah Ayah, tempat mengutarakan keluh kesah, tempat berbagi kebahagiaan. Jika tidak ada Ayah maka aku akan pergi ke Rangga dan memintanya untuk mendengarkanku walaupun biasanya dia menolak. Dan terakhir mediaku adalah menulis, jika tak ada yg bisa mendengarkanku maka akan kutuliskan lewat media ini.
Salam hangat
- mmlliaa
14 Maret 2019
Belum ada tanggapan untuk "IT'S NOT IMPOSSIBLE"
Posting Komentar