DEAR JULIANTI

Dear Julianti

Namaku Hermawan, aku adalah seorang Nahkoda Sampan di Sunyat. Ayahku asli orang Sunyat dan Ibuku orang Sebedau. Tanggal 7 Januari 2017, aku masuk SMA. Hari pertama masuk sekolah, aku adalah orang yang paling ditakuti dikelas. Setiap hari, kerjaanku disekolah adalah meminta uang kepada adik kelas.

Aku pernah melakukan pemalakan kepada seorang perempuan bernama Julianti. Aku berkata kepadanya “Hei lo, bagi duit sini!”, Julianti pun menjawab “Enggk ada bang”. Ternyata, Julianti adalah orang yang keras kepala. Aku dan geng ku memutuskan untuk mengerjainya.

Pada tanggal 13 Februari 2018, hari pelantikan ketua OSIS yang baru. Dan ternyata ketua OSIS yang baru itu adalah manusia yang keras kepala itu, siapa lagi kalau bukan Julianti. Hari yang sangat tepat untuk mengerjainya. Sebelum pidato dilakukan oleh si ketua OSIS keras kepala itu, kami (geng) melakukan pemutusan kabel mic yang akan digunakan olehnya.

Jam 11:30 WIB, pidato dimulai. Setelah beberapa lama ia mengoceh diatas panggung, suaranya lama-kelamaan menghilang. Dan akhirnya si keras kepala itu kesentrum. Serentak satu sekolah tertawa terbahak-bahak. Akhirnya si keras kepala ini pun lari karena malu.

Singkat cerita ...

Pada tanggal 7 April 2018, mungkin hari yang paling sial dalam hidupku, karena dihari itu Sampanku bertabrakan dengan lanting rumah orang. Diriku langsung dibawa kerumah sakit terdekat. Aku kehilangan banyak darah dan harus segera mendapatkan donor darah. Setelah 3 jam tidak sadarkan diri, akupun terbangun dan tidak ingat apa yang terjadi. Setelah dijelaskan oleh dokter Cris, ternyata diriku mendapatkan donor darah dari seorang perempuan yang tidak aku sangka, yaitu Julianti.

Aku merasa menyesal karena telah mengerjainya. Setelah diriku benar-benar sembuh, aku mencoba menemui Mery dan ingin meminta maaf.

Singkat cerita ...

Setelah bertemu dengan Julianti, akupun mengucapkan terima kasih dan meminta maaf apa yang telah aku perbuat padanya. Tetapi aku terdiam saat Julianti tiba-tiba berkata “Aku sudah lama suka padamu”, aku hanya bisa diam dan meneteskan air mata. Dalam hatiku berkata “Ternyata ada juga manusia suka padaku”. Dihari ini juga kami resmi berpacaran. Aku memeluk erat tubuhnya.

Hubungan kami awet sampai ke jenjang pernikahan dan sudah dikaruniai 2 orang anak yang cantik dan ganteng.

TAMAT!!

Penulis Cerita: Cristian Jonathan

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "DEAR JULIANTI"